Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia Full Lengkap

Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia
Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia - Siapa sih yang tidak kenal Bangsa Portugis atau mungkin sekarang lebih dikenal dengan Negara Portugal. Bangsa Portugis adalah bangsa yang pernah menjajah indonesia selama 86 tahun lohh. 


Sebenarnya apa sih yang membuat kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia. Mungkin artikel ini dapat membantu anda apa menjawab penyebab kedatangan bangsa portugis di indonesia.

Penyebab Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia

Bangsa eropa bukanlah bangsa paling maju pada saat itu, tetapi mengapa mereka menjelajah keseluruh belahan bumi? Mereka memiliki teknologi yang cukup maju, teknologi tersebut membantu bangsa portugis hingga dapat berlayar ke semua samudra. Mereka menggabungkan layar segitiga, tali-tali persegi, serta memperbaiki konstruksi sehingga kapal dapat lebih cepat, mudah digerakkan, dan lebih layak mengarungi samudra.

Bangsa eropa adalah bangsa paling berani berlayar menjelajahi samudra dikarenakan mereka memiliki teknologi sedemikian rupa. Selain tujuan menjelajah mereka juga bertujuan untuk memperoleh keuntungan, serta menyebarkan agama Kristen


Bangsa barat atau sering diidentikkan dengan bangsa eropa memang sangat gemar berlayar, diantara latar belakang mereka dalam berlayar adalah karena mereka mencari emas, memenangkan perang, serta menaklukan peradaban islam menyusuri pantai barat Afrika, sedangkan hal-hal lebih spesifik dari latar belakang mereka berlayar adalah sebagai berikut:

  1. Jatuhnya Kota Konstantinopel ke tangan Turki tahun 1453
  2. Ingin membuktikan bahwa bumi itu bulat
  3. Kemajuan pengetahuan dan teknologi seperti kapal, kompas dan meriam
  4. Hasrat untuk menjelajahi dunia
  5. Melanjutkan perang salib
  6. Tulisan Marcopolo dalam bukunya Book of Various experiences( keajaiban dunia) yang berisi kisah perjalanan Marcopolo yang menceritakan bahwa daerah Asia alamnya sangat indah , subur dan memiliki banyak kekayaan alam.
  7. Buku tulisan Tom Pires (Suma Orriental) yang mengatakan bahwa Asia tanahnya sangat subur dan iklimnya baik
  8. Mencari rempah-rempah sebagai penghangat badan
  9. Mewujudkan 3 G yaitu Gold (mencari emas/kekayaan), Glory (mencari kemuliaan/kejayaan) dan Gospel (penyebaran agama Kristen).

Tahun Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia

Pada permulaan abad Pertengahan, orang-orang Eropa sudah mengenal hasil bumi dari dunia Timur, terutama rempah-rempah dari Indonesia. Dengan jatuhnya Kota Konstantinopel ke tangan Sultan Turki Usmani (1453) mengakibatkan hubungan perdagangan antara Eropa dan Asia Barat (Timur Tengah) menjadi terputus. Hal ini mendorong orang-orang barat mencari jalan sendiri untuk menuju ke dunia Timur yang bertujuan mendapatkan rempah-rempah yang sangat mereka butuhkan. Melalui penjelajahan samudra inilah membuat bangsa-bangsa Barat berhasil mencapai Indonesia.

Pada awalnya kedatangan bangsa-bangsa barat seperti bangsa portugis di Indonesia dimulai lewat kongsi-kongsi perdagangan. Kongsi-kongsi perdagangan tersebut berusaha untuk menguasai perdagangan rempah-rempah yang ada di Indonesia melalui praktik monopoli.

Negara awal pelopor penjelajahan samudra yaitu Portugis dan Spanyol, karena pada saat itu keduanya merupakan negara adikuasa di Eropa. Sedangkan Inggris, Perancis, Belanda, Jerman dan Italia menyusul pada abad ke-17. Tokoh-tokohnya adalah

  1. Portugis : Bartholomeus Diaz (Tanjung Harapan 1486), Vasco da Gama (Calicut India 1498), Alfonso D’albuquerque (Malaka 1511), Antonio D’Abreau dan Serao (Ternate-Maluku 1512), Carbal (Brasilia)
  2. Spanyol : Christophorus Colombus dan Amerigo Vespuci (Kep. Bahama dan mengelilingi Amerika utara), Pizarro (Peru),Hermando Cortez (Mexico 1519), Ferdinand Magelhaenz (Kep. Massava 1486 /Philipina, kemudian perjalanan dilanjutkan Kapten Sebastian Del Cano ke Tidore Maluku (1521) dan pulang lewat jalan Portugis. Dialah yang dapat membuktikan bahwa bumi itu bulat.
Pada tahun 1418, Portugis telah menduduki wilayah Madeira sebagai koloni seberang laut pertama di kawasan Atlantik. Pelayaran menelusuri Atlantik semakin meningkat sejalan Portugis melakukan perdagangan budak dari Guinea dan mendapat hak atas wilayah non Kristiani dari Paus ( perjanjian Tordesillas).

a. Bartholomeus Diaz

Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia
Pada tahun 1486, Bartholomeuz Diaz berangkat dari Lisabon, ibukota Portugal menyusuri pantai barat Afrika. Diaz sampai di ujung selatan benua Afrika, kira-kira setelah 832 km kapal dia diserang oleh badai/ topan. Ia kembali ke Portugal atas desakan awak kapal. Awak kapal Diaz memberi nama tempat itu Tanjung Badai. Namun raja Portugal, Johan II menamakan Tanjung Harapan Baik ( cape of Good Hope ) menghilangkan kesan menakutkan, melainkan sebagai harapan masa depan yang terbuka. 

b. Vasco da Gama
Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia
Pada tanggal 8 Juli 1947, Raja Portugis Manuel I memerintahkan Da Gama untuk mengikuti jejak Diaz. Merasa aman di Tanjung Harapan, meneruskan pelayaran sampailah di Muzambique. Di wilayah Malindi, Bandar di pantai timur Afrika Vasco Da Gama bertemu para pelaut Islam ( orang Moor ). Atas petunjuk orang Moor, Da Gama melanjutkan ekspedisinya memasuki samudra Hindia dan Laut Arab. Rombongan da Gama sampai di Kalikut dan Goa, yaitu Bandar di pantai barat India, pada tahun 1498. Pemancangan batu Padrao, berupa prasasti bermotif lukisan bola dunia lambang kerajaan Portugis, dilakukan di setiap wilayah yang disinggahi sebagai tanda miliki (mengklaim).

Kapal dagang besar mempunyai banyak awak kapal yang dipimpin oleh nakhoda dan dibantu juru mudi, juru batu dan mualim. Tugas dan tanggung jawab nakhoda yaitu pada keselamatan pelayaran dan transaksi barang dagangan dan keuangan. Juru mudi bertugas kelancaran kemudi, tempat di buritan kapal. Juru batu bertanggung-jawab atas kendali jangkar/ sauh dan menjaga kapal jangan sampai menabrak batu karang. Mualim sebagai pandu laut yang membawa kapal. 


c. Alfonso d’ Albuquerque

Pada saat itu orang Portugis sadar bahwa penghasil rempah-rempah bukanlah dari India melainkan ada tempat lain yang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Asia, yaitu Malaka. Oleh karena itu ekspedisi ke timur dilanjutkan kembali. Pada tahun 1509, seorang utusan Portugis yang bernama Diogo Lopes de Sequiera berkunjung ke Malaka yang saat itu dipimpin Sultan Mahmud Syah. Pada awalnya kedatangan mereka diterima dengan baik, dalam perkembangan komunitas pedagang muslim di Malaka dan berhasil meyakinkan penguasa Malaka untuk mengusir Portugis. Namun pada akhirnya Malaka berhasil dikuasai Portugis di bawah kepemimpinan Alfonso d’Albuquerque tahun 1511.

Kelemahan Malaka sehingga kalah atas Portugis, karena :

  1. Dukungan persenjataan yang memadai namun karena kalah canggih di bandingkan persenjataan yang dimiliki oleh Portugis yang mengikut sertakan 15 kapal perang besar dengan 1200 orang tentara.
  2. Adanya konflik internal di Malaka yang melibatkan Sultan Mahmud Syah dengan anaknya Sultan Ahmad yang baru saja menerima penyerahan kekuasaan.
Pendudukan Portugis di Malaka membuat pusat perdagangan yang ada di Semenanjung Melayu membuka jalur langsung ke pusat-pusat penghasil rempah-rempah yang ada di kepulauan Indonesia. Pada tahun 1512, rombongan yang di pimpin Francisco Serrao tiba di Hitu. Portugis juga membuka hubungan dagang dengan Pasai, Barus, Pedir, Siak dan Minang Kabau. Di Pulau Jawa, Portugis berhasil membangun hubungan baik dengan kerajaan-kerajaan Sunda dan Panarukan.

Kehadiran Portugis di perairan Nusantara sangat memengaruhi perdagangan di beberapa wilayah karena Portugis menerapkan sistem monopoli yang merugikan. Portugis dengan cepat mampu menaklukan beberapa daerah di Nusantara karena unggul dalam bidang teknologi, terutama kapalnya (karavel) dilengkapi dengan meriam dan persenjataan lengkap.

Kebijakan Bangsa Portugis di Indonesia

Bangsa Portugis tidak sepenuhnya menguasai seluruh Kepulauan Nusantara. Mereka lebih mengembangkan ekspansinya di Maluku serta bandar bandar penghasil rempah-rempah seperti Malaka maupun Jayakarta. Portugis terkenal sebagai bangsa yang menggunakan teknologi seperti penggunaan kapal karavel.

Kapal Karavel memiliki kargo yang besar sehingga mampu berlayar dalam waktu lama dan membuat barang dagangan dalam jumlah besar. Beberapa kebijakan portugis yang ditanamkan di Indonesia meliputi hal-hal seperti berikut:

  1. Penggunaan sistem monopoli perdagangan rempah-rempah.
  2. Menyebarkan agama Katolik di daerah daerah yang dikuasai oleh portugis.
  3. Mengambangkan bahasa Portugis serta seni musik keroncong.
Sejak Portugis menguasai Malaka pada tahun 1511, orang-orang Portugis juga berusaha mengadakan perdagangan di wilayah rempah-rempah seperti Ternate, Banda, Seram, dan Ambon.

Pengaruh yang ditimbulkan dari kebijakan-kebijakan Portugis di beberapa daerah diantaranya kerugian dalam hal perekonomian penduduk lokal khususnya dalam bidang perdagangan, terganggunya jaringan perdagangan, banyak penduduk yang memeluk agama Katolik karena pengaruh misi misionaris oleh Portugis, dan bahasa Portugis ikut berkembang dalam bahasa lokal maupun bahasa nasional seperti pengguaan dalam kosakata maupun nama keluarga.

Kedatangan Bangsa Portugis di perairan dan Kepulauan Indonesia pada saat itu telah meninggalkan jejak sejarah yang sampai saat ini masih dipertahankan oleh beberapa komunitas lokal di Indonesia, khususnya didaerah Solor, Maluku, Flores, Kampong Tugu yang terletak di bagian utara Jakarta, Tanah Marunda dan masih banyak lagi.

Tujuan Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia

Kedatangan bangsa portugis di Indonesia dimulai pada tahun 1511. Pada saat itu Bangsa Portugis tiba di Malaka dan menjadi orang eropa pertama yang datang di Indonesia. Mereka kebanyakan tinggal di daerah Timor, Solor dan Flores. 

Bangsa portugis dengan kekuatan militer yang kuat mengekspansi wilayah jajahannya ke pulau Jawa dengan mengalahkan armada yang ada di Jawa. Kekuatan militer yang kuat dengan berbagai armada inilah yang membuat Bangsa Portugis dapat membangun pos-pos perdagangan di berbagai daerah dan negara. 

Tidak hanya Pulau Jawa, bangsa portugis juga mengekspansi wilayah-wilayah lainnya yang ada di Indonesia dengan ketrampilan mereka menggunakan navigasi.Tujuan kedatangan bangsa portugis di Indonesia tidak lain dan tidak bukan adalah untuk melakukan 3G, yaitu Gold, Glory, dan Gospel.

1. Gold / Emas

Tujuan utama kedatangan bangsa portugis di Indonesia adalah mencari keuntungan secara besar atau dilambangkan dengan Gold. Keuntungan tersebut diperoleh dari menjual berbagai rempah-rempah, seperti Laos, Jahe, dan Jinten. Rempah-rempah tersebut dibeli  
dari malaka dengan harga murah dan dijual kembali ke Eropa dengan harga yang sangat mahal.

2. Glory / Kejayaan

Tujuan kedua dari kedatangan bangsa portugis di Indonesia adalah untuk memperluas wilayah kekuasaan atau dilambangan dengan Glory. Kekuasaan ini bertujuan untuk menguasai sumber daya penghasil rempah-rempah yang ada di Asia Tenggara untuk digunakan sendiri maupun untuk dijual kembali.

3. Gospel / Penyebaran Agama

Tujuan terakhir dari kedatangan bangsa portugis di Indonesia adalah menyebarkan agama Nasrani. Tidak hanya di Indonesia saja, bangsa portugis juga menyebarkan agama Nasrani di setiap tempat persinggahan. Hal ini dapat dilihat pada bekas wilayah penjajahan bangsa portugis yang kebanyakan beragama Nasrani.

Nah, itu dia penyebab, tahun kedatangan, kebijakan, dan tujuan kedatangan bangsa portugis di Indonesia. Semoga ilmu yang saya bagikan ini bermanfaat untuk teman-teman semua