Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Teori Motivasi Berprestasi dan Tipe-Tipe Motivasi

Sumberin, Teori Motivasi Berprestasi dan Tipe-Tipe Motivasi - Motivasi adalah keadaan pikiran penuh dengan energi dan antusiasme yang mendorong seseorang untuk bekerja dengan cara tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Motivasi adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk bekerja dengan komitmen dan fokus tingkat tinggi bahkan jika ada hal-hal yang melawannya. Motivasi diterjemahkan menjadi semacam perilaku manusia tertentu.

Penting untuk memastikan bahwa setiap anggota tim dalam suatu organisasi termotivasi. Berbagai psikolog telah mempelajari perilaku manusia dan telah memformalkan temuan mereka dalam bentuk berbagai teori motivasi. Teori motivasi ini memberikan pemahaman yang baik tentang bagaimana orang berperilaku dan apa yang memotivasi mereka.

Ada banyak teori motivasi menurut para ahli. Beberapa teori motivasi berprestasi yang terkenal meliputi.


Teori Motivasi Berprestasi dan Tipe-Tipe Motivasi

Teori Motivasi Berprestasi

1. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Kebutuhan didefinisikan sebagai suatu pertentangan atau kesenjangan yang dialami antara satu kenyataan dengan dorongan yang ada di dalam diri sendiri. Abraham Maslow (John W. Santrock, 2007) mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia adalah sebagai berikut:
  • Kebutuhan fisiologis, merupakan kebutuhan untuk minum, makan, perlindungan fisik, bernapas, dan seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah atau disebut pula sebagai kebutuhan yang paling dasar
  • Kebutuhan rasa aman, merupakan kebutuhan akan perlindungan diri dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup
  • Kebutuhan untuk memiliki rasa sosial, merupakan kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berinteraksi, berafiliasi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai
  • Kebutuhan akan harga diri, merupakan kebutuhan untuk dihargai dan dihormati oleh orang lain
  • Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, merupakan kebutuhan untuk menggunakan skill, potensi dan kemampuan.

2. Teori Keadilan

Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang, jadi perusahaan harus bertindak adil terhadap setiap karyawannya. Penilaian dan pengakuan mengenai perilaku karyawan harus dilakukan secara obyektif. Teori ini melihat perbandingan seseorang dengan orang lain sebagai referensi berdasarkan input dan juga hasil atau kontribusi masing-masing karyawan (Robbins, 2007).

3. Teori X dan Y

Douglas McGregor mengemukakan pandangan nyata tentang manusia. Pandangan pertamanya yang pada dasarnya negatif disebut teori X, dan pandangannya yang kedua pada dasarnya positif disebut teori Y.

McGregor menyimpulkan bahwa pandangan manajer mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut.

4. Teori Kebutuhan McClelland

Motivasi berprestasi menurut McClelland adalah bahwa kita semua memiliki tiga pendorong agar kita termotivasi, dan motivasi itu tidak tergantung pada jenis kelamin atau usia kita. Salah satu dorongan ini akan lebih dominan dalam perilaku kita. Dorongan tersebut juga tergantung pada pengalaman hidup kita.

Teori motivasi berprestasi McCelland adalah:
  • Prestasi : kebutuhan untuk mencapai dan menunjukkan kompetensi mereka sendiri. Orang-orang dengan kebutuhan yang tinggi untuk pencapaian lebih suka dengan tugas-tugas yang menyediakan tanggung jawab pribadi dan hasil berdasarkan upaya mereka sendiri. Mereka juga lebih suka pengakuan cepat atas kemajuan mereka.
  • Afiliasi : kebutuhan akan cinta, kepunyaan, dan penerimaan sosial orang dengan kebutuhan tinggi akan terafiliasi motivasinya sehingga lebih disukai dan diterima oleh orang lain. Mereka cenderung berpartisipasi dalam pertemuan sosial dan mungkin merasa tidak nyaman dengan konflik.
  • Kekuasaan : kebutuhan untuk mengendalikan pekerjaan sendiri atau pekerjaan orang lain. Orang dengan kebutuhan tinggi akan situasi hasrat kekuasaan di mana mereka menjalankan kekuasaan dan pengaruh atas orang lain. Mereka bercita-cita untuk posisi dengan status dan wewenang dan cenderung lebih peduli tentang tingkat pengaruh mereka daripada tentang kinerja kerja yang efektif.

5. Teori Harapan Vroom

Teori motivasi berprestasi menurut Victor Vroom adalah bahwa orang akan sangat produktif dan termotivasi jika dua kondisi terpenuhi:
  • Orang percaya bahwa upaya mereka akan mengarah pada hasil yang sukses.
  • Orang-orang juga percaya bahwa mereka akan dihargai untuk keberhasilan mereka.
Orang yang termotivasi akan mengerahkan segala upaya secara maksimal karena mereka percaya bahwa hubungan antara upaya yang mereka lakukan dan kinerja yang mereka capai akan seimbang dengan hasil/imbalan yang mereka terima.

Tipe-Tipe Motivasi

Motivasi merupakan fenomena hidup yang banyak corak dan ragamnya. Secara umum, motivasi dapat diklasifikasikan ke dalam 4 tipe yang satu sama lain memberi warna terhadap aktivitas manusia. Motivasi yang dimaksudkan disini tidak terlepas dari konteks manusia organisasional. Motivasi yang mempengaruhi manusia dalam bekerja atau mungkin menjauhi atau mungkin menjauhi pekerjaan. 4 tipe motivasi tersebut, diantaranya:

1. Motivasi Positif

Tipe motivasi yang pertama adalah motivasi positif. Motivasi positif didasari atas keinginan manusia untuk mencari keuntungan-keuntungan tertentu. Manusia bekerja di dalam organisasi jika dia merasakan bahwa setiap upaya yang dilakukannya akan memberikan keuntungan tertentu, besar atau kecil. Dengan demikian, motivasi positif merupakan proses pemberian motivasi atau usaha membangkitkan motif, di mana hal itu diarahkan pada usaha untuk mempengaruhi orang lain agar dia bekerja secara baik dan antusias dengan cara memberikan keuntungantertentu kepadanya. Jenis motivasi positif antara lain, imbalan yang menarik, informasi tentang pekerjaan, kedudukan atau jabata, perhatian terhadap bawahan, kondisi kerja, rasa partisipasi, dianggap penting, pemberian kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.

2. Motivasi Negatif

Motivasi negatif sering dikatakan sebagai motivasi yang bersumber dari rasa takut, misalnya, jika dia tidak bekerja, akan muncul takut dikeluarkan, ttakut tidak diberi gaji, dan takut dijauhi oleh rekan sekerja. Motivasi yang berlebihan akan menyebabkan organisasi tidak mampu mencapai tujuan. Personalia orgasisasi jadi tidak kreatif, serba takut, dan serba terbatas geraknya.

3. Motivasi dari Dalam

Motivasi dari dalam timbul dari pada diri pekerja waktu dia melaksanakan tugas-tugas atau pekerjaan bersumber dari dalam diri pekerja itu sendiri. Dengan demikian berarti juga kesenangan pekerja muncul pada waktu dia bekerja dan dia seniri menyenangi pekerjaannya.Motivasi timbul dari individu karena individu itu sendiri mempunyai kesedarana untuk berbuat, baginya berbuat adalah suatu kewajiban, laksana makan suatu kebutuhan. Paksaan ancaman, atau imbalan yang bersifat eksternal lainnya memang penting.

4. Motivasi dari Luar

Tipe motivasi yang terakhir adalah motivasi dari luar. Motivasi dari luar adalah motivasi yang muncul sebagai akibat adanya pengaruh yang ada di luar pekerjaan dan dari luar diri pekerja itu sendiri. Motivasi dari luar biasanya dikaitkan dengan imbalan, kesehatan, kesempatan cuti , program rekreasi, dan lain-lain. Pada konteks ini manusia organisasional ditempatkan sebagai subyek yang dapat didorong oleh faktor luar.Manusia bekerja, karena semata-mata di dorong oleh adanya sesuatu yang ingin dicapai dan dapat pula bersumber dari faktor-faktor diluar subjek.

Nah, itu dia beberapa teori motivasi berprestasi menurut para ahli dan tipe-tipe motivasi. Motivasi memanglah sebuah hal yang penting oleh sebab itu, setiap manusia haruslah memiliki motivasi jika ingin maju dan berkembang.